Kamis, 24 Desember 2015

NANCY

Nama Nancy mungkin sudah tidak asing lagi untuk para warga SMA 3 dan SMA 5, terutama bagi mereka angkatan tahun 90-an baik siswa siswinya maupun bagi staf pengajar dan staf sekolah. Dari sekian banyak cewek di dua sekolah tersebut bisa dikatakan Nancy-lah cewek yang selalu dibicarakan dari tahun ke tahun, hingga sekarang ketika Nancy tentu sudah tidak muda lagi tetap tidak sedikit anak SMA yang ingin bertemu dengannya, terutama mereka yang membutuhkan wahana untuk menguji nyali.
Menurut beberapa orang, pengalaman bertemu dengan Nancy sangat sulit untuk dilupakan. Efek-efek yang ditimbulkan biasanya dimulai dari muringkaknya bulu kuduk diikuti dengan ketakutan yang sangat dahsyat yang menyebabkan badan gemetar. Sementara efek penutupnya biasanya bervariasi bergantung pada karakter korban, kalau korban ternyata berbakat menjadi pelari cepat mungkin sekali dia akan langsung kabur menjauhi TKP, sedangkan apabila korban agak kurang sensitif (baca: lemot) mungkin dia akan diam di tempat dengan mulut komat kamit mengucapkan segala macam doa yang bisa dia ingat, sedangkan kalau korban termasuk pada tipe yang pasrah dan tawakal mungkin sekali dia akan langsung jatuh pingsan, pasrah dan berserah diri, terserah Nancy aja deh mau ngapain dia selama dia pingsan. Sungguh suatu metode yang cepat, mudah dan murah untuk menentukan minat dan bakat seseorang, walaupun dengan keamanan dan keakuratan hasil yang tidak terjamin.
Menurut seorang teman yang bisa ‘melihat’, konon penampilan si Nancy ini untuk ukuran kaum lelembut seperti Tamara Bleszynski-nya. Si pemudi N ini (entah nama sebenarnya atau bukan) adalah seorang none Belanda yang bunuh diri sebelum tahun 50an dengan cara menjatuhkan diri di tangga dekat aula depan sekolah. Pemunculan Nancy biasanya di sekitar tangga tersebut, berjalan (atau melayang?) dari bagian atas tangga dengan darah mengalir dari salah satu sudut bibirnya. Adapun penyebab dia bunuh diri masih merupakan tanda tanya, ada yang bilang dia jatuh cinta pada seorang pemudaInlander tapi hubungan asmara ini ditentang oleh keluarganya sehingga dia pun putus asa dan mengakhiri hidup. Ada juga yang bilang dia diperkosa kemudian bunuh diri. Tapi apapun penyebabnya, kini Nancy sudah menjadi penghuni ‘gelap’ Jl.Belitung no.8.
Pertama kali saya mendengar kisah tentang Nancy adalah sekitar tahun 89-an dari kakak saya yang bersekolah di SMA 3. Cukup banyak juga kehebohan yang ditimbulkan Nancy ketika itu, yang paling saya ingat adalah tentang pemunculan Nancy di depan seorang guru wanita. Alkisah ketika itu sudah banyak cerita tentang keangkeran SMA 3 dan SMA 5 sehingga baik guru maupun siswa enggan berlama-lama di sekolah jika hari sudah mulai gelap. Nah, guru tersebut rupanya keasyikan bekerja sehingga lupa waktu, sadar sadar ketika hari sudah gelap dan sekolah sudah sepi. Sang ibu guru yang tidak membawa kendaraan dan juga takut untuk pulang sendiri naik angkot akhirnya menelepon anak lelakinya untuk minta dijemput. Ketika itu belum musim handphone sehingga Sang ibu harus menelepon dari telepon umum yang terletak di aula persis di seberang tangga. Pembicaraan berjalan lancar sampai suatu waktu dimana si ibu tidak juga menjawab ketika dipanggil-panggil oleh anaknya. Kira-kira setengah jam kemudian si anak dengan perasaan khawatir sampai di sekolah dan menemukan ibunya sudah tak sadarkan diri di dalam boks telepon umum. Ceunah mah, ketika percakapan telepon itu berlangsung si Nancy melakukan penampakan persis di depan sang ibu bahkan menghampiri beliau sehingga beliau langsung pingsan saat itu juga.
Nama Nancy tidak bisa dipisahkan dari sosok Mang Ucha, pengurus sekolah yang sekaligus merupakan kuncen. Menurut cerita anak Pramuka angkatan 92-an, mereka sering harus meminta bantuan Mang Ucha untuk ‘mengamankan’ Nancy agar tidak mengganggu kegiatan Pramuka yang kebetulan bertempat di lantai atas dan malam hari pula. Begitu juga menurut unit kegiatan lain yang sering mengadakan uji keberanian ‘Jurit Malam’ seperti Keamanan Sekolah. Menurut mereka ketika maghrib Mang Ucha sudah mulai memindahkan Nancy dari tempat peraduannya di lantai atas ke tempat lain yang relatif lebih ‘aman’ yaitu ke sekitar WC putri di bagian belakang SMA 3. Disanalah Nancy harus menghabiskan malam dengan se-krat bir sebagai ‘sesajen’. Duh, hantu kok suka mabuk sih, kirain pendekar doang yang suka mabuk. Tapi jangan salah, syarat ini harus dipenuhi sebab kalau tidak, bisa-bisa teteh Nancy mengamuk seperti yang –kalau saya tidak salah sih- pernah terjadi tahun 90-an dan menyebabkan beberapa orang panitia kesurupan. Tapi kealpaan seperti ini tidak pernah terjadi lagi kok, jadi jangan ragu untuk datang ke acara-acara SMA 3 atau SMA 5 ya.
Cerita-cerita angker di bangunan Jl.Belitung no.8 tidak hanya bersubyek Nancy saja, ada juga cerita-cerita poltergeist atau tokoh-tokoh lain seperti pastor dan perwira Belanda yang sebenarnya mungkin juga merupakan teman sepermainan Nancy. Di sekitar awal tahun 90-an misalnya, tersebutlah seorang Kepala Sekolah SMA 5 yang tentu sangat berdedikasi sebab beliau masih bekerja walaupun hari sudah malam, atau bisa jadi dia Kepala Sekolah baru jadi belum tahu tentang cerita-cerita dari balik dinding sekolah. Pokoknya beliau sedang asyik bekerja ketika dia mendengar suara tangisan perempuan dari lantai atas. Wah kasihan, kata beliau dalam hati, pasti itu siswi yang menangis karena putus cinta. Dengan itikad baik menenangkan hati sang siswi, Bapak Kepsek menghentikan pekerjaannya mengetik dan naik ke lantai atas. Ternyata di lantai atas sudah gelap gulita dan jagoan kita tidak menemukan siapapun. Di tengah keheningan dia mendengar bunyi mesin tik dari lantai bawah. Ngajak becanda dia, pikir Pak Kepsek  sambil turun ke lantai bawah mendekati suara mesin tik yang ternyata bersumber dari ruangannya sendiri. Tapi apa yang terjadi saudara-saudara? Ketika Pak Kepsek membuka pintu ternyata tidak ada siapapun yang menjalankan mesin tik itu…
Malam itu sebuah nama bergema di lorong-lorong sekolah: “MANG UCHAAAA…!!!”
Cerita yang akan saya paparkan berikut ini terjadi pada angkatan 91 dan lumayan heboh karena saksi matanya tidak hanya satu dua orang tapi 40-an orang alias sekelas. Jadi ceritanya anak-anak kelas ini masuk siang sehingga banyak ruangan yang kosong, lalu mereka semua kompakan pindah ruangan ke kelas di lantai atas. Supaya guru yang akan mengajar tidak mencari-cari maka dikirimlah ketua kelas untuk memberitahu. Setengah jam berlalu tapi guru yang mengajar belum juga datang, sementara anak-anak memanfaatkan waktu kosong dengan bermain gapleh, ketepel, gigitaran dan permainan kreatif lainnya. Tiba-tiba saja sang Guru datang dengan wajah merah padam bersama seorang guru lain, lalu dengan suara menggelegar beliau mendamprat anak-anak habis-habisan. Rupanya sudah setengah jam beliau mencari anak-anak ke semua kelas termasuk ke kelas-kelas di lantai atas tapi tidak menemukan mereka, bahkan beliau sampai meminta bantuan guru lain untuk mencari. Kontan 40 murid kebingungan karena mereka yakin sekali mereka tidak kemana-mana, lagipula menurut mereka dengan semua keributan yang mereka timbulkan mana mungkin sih si guru tidak mendengar. Tapi kisah ini berakhir dengan hukum jemur untuk para siswa yang mungkin sampai sekarang masih tetap merasa tidak bersalah. Hmm, sebenarnya itu mata dan telinga guru yang ‘ditutup’ atau 40 anak yang ‘ditutup’ ya..
Kisah berikut ini terjadi pada anak-anak Keluarga Paduan Angklung (KPA) SMA 3 juga di awal tahun 90-an. Untuk menyempurnakan penampilan mereka anak-anak KPA ini rajin sekali berlatih. Ketika itu mereka sedang latihan di salah satu kelas di lantai atas, waktu menunjukkan sekitar pukul 3 tapi di luar langit sudah agak gelap karena mendung. Entah kenapa semua jendela ditutup rapat dan dikunci dari dalam begitu pun dengan satu-satunya pintu. Tiba-tiba saja, entah angin dari mana, dengan suara hentakan keras semua jendela dan pintu terbuka lebar. Sontak semua orang kaget termasuk para pelatih yang sudah berumur. Gimana ga kaget, lah ga ada angin ga ada hujan kok bisa-bisanya jendela yang tadinya dikunci bisa terbuka? Tapi dasar anak-anak, dalam suasana mencekam begitu masih saja ada yang becanda dan berkomentar: “Angin dalam..” Mungkin saja sih ‘penghuni lain’ sekolah merasa terganggu dengan aktivitas anak-anak ini dan memutuskan untuk unjuk gigi.
Tidak hanya itu cerita dari KPA 3, pernah suatu waktu mereka sedang berkumpul di lapangan parkir motor untuk latihan, seharusnya latihan sudah dimulai sejak 15 menit yang lalu tapi berhubung anak yang bertanggung jawab membawa kunci markas KPA belum juga datang jadi latihan terpaksa diundur. Mendadak Bapak berinisial R, Bapak Kepsek ketika itu, menghampiri dan menegur mereka karena dianggap telah mengganggu ketertiban jalannya UMPTN tadi pagi dengan berlatih angklung keras-keras. Menurut Bapak R ketika UMPTN sedang berlangsung banyak sekali komplain dari peserta karena bunyi-bunyian angklung yang sangat mengganggu. Jadi Bapak R berasumsi bahwa KPA 3 sedang latihan, tapi ketika didatangi ke markasnya ruangan itu sudah dikunci dan Bapak R menduga anak-anak sudah pada pulang. Jelas anak-anak jadi bingung karena sejak tadi latihan belum dimulai, pintu ruangan saja belum dibuka.
Suara-suara gaduh yang ga jelas asal-usulnya juga pernah terjadi pada angkatan 72. Tersebutlah beberapa orang anak yang baru selesai latihan badminton jam ½ 5an sedang duduk-duduk mengaso di dekat kolam tengah SMA 3 ketika terdengar suara-suara ribut seperti meja didorong-dorong dari bangunan sayap depan sekolah. Anak-anak yang tak kenal takut ini menghampiri satu kelas dan menemukan meja dan kursi dalam keadaan berantakan, ada meja parkir di atas meja, ada meja berdiri vertikal, pokoknya mah ga jelaslah susunan dan aturannya.
Ngomong-ngomong soal kolam di tengah SMA 3, gosipnya sih dulu, entah kapan, pernah ada anak balita pengurus sekolah yang meninggal tenggelam di kolam itu. Katanya sih sejak kejadian itu daerah sekitar kolam jadi agak angker, tapi selama ini sih ga ada cerita penampakan anak kecil di Belitung 8, lagian anak kecil apalagi balita gitu kan belum ada dosanya ya, kan kasian banget kalo jadi menghantui. Selain di areal kolam SMA 3 daerah di bawah tangga SMA 5 juga terasa seram, katanya sih di ruangan bawah tangga tersebut -dulu WC Putri sekarang dialihfungsikan menjadi ruang stensil- pernah ada siswi yang gantung diri karena hamil di luar nikah. Kebenaran cerita ini sih belum bisa dibuktikan, tapi memang kalau kita berjalan di dekat situ kalau kata orang Sunda sih agak-agakkeueung.
Salah satu hal yang unik dari dunia perhantuan Belitung 8 adalah konon katanya mereka suka memperlihatkan diri pada orang-orang yang memang ingin melihat mereka alias nantang. Hal ini dibuktikan di tahun 90-an oleh 15 orang siswa. Pada suatu malam mereka sengaja berkumpul di sekolah dengan niat ingin membuktikan keberadaan para penunggunya. Sekitar pukul 23 mereka berbaris satu-satu berjalan ke salah satu tempat paling angker, laboratorium kimia SMA 3. Lab yang kebetulan tidak dikunci itu gelap gulita dan awalnya mereka tidak bisa melihat apa-apa, tapi begitu mata mereka terbiasa dengan kegelapan 3 orang siswa yang berbaris paling depan menangkap sebentuk bayangan hitam menyerupai orang berbadan besar sedang duduk di tengah ruangan menghadap meja. Walaupun tidak jelas itu apa atau siapa –bisa jadi sebenarnya itu orang loh- tapi 3 orang tersebut langsung berteriak dan mengambil langkah seribu, 12 orang sisanya –yang sama sekali tidak melihat apa-apa- jadi gehgeran dan ikut kabur mengikuti pendahulunya sambil bertanya-tanya ada apa. Sesampainya mereka di tempat aman –kantin sekolah- 3 orang tadi langsung bercerita tentang apa yang baru saja mereka lihat, sialnya teman-teman mereka menganggap pengalaman barusan belum cukup seru sehingga perburuan pun dilanjutkan, kali ini ke Lab. Biologi.
Intermezzo sedikit, konon katanya tengkorak kepala yang ada di Lab Biologi ini adalah tengkorak sungguhan, korban kecelakaan tanpa identitas dan karena tidak diklaim oleh keluarganya akhirnya diambil untuk keperluan pendidikan, tapi ini gosipnya loh, teuing bener teuing henteu.
Kembali pada cerita tadi: Dengan gagah berani teman-teman kita berjalan ke lab Biologi, tapi belum juga mereka sampai ke tujuan, mereka –kali ini kelima belas lima belasnya- melihat seorang, sebentuk, seekor (sebenarnya apa sih kata ganti bilangan untuk hantu?) pokoknya sesosok tanpa kepala berbusana pastor berjalan ke arah mereka dengan menenteng kepalanya sendiri… Teman-teman kita langsung ngacir pulang ke rumah masing-masing.. Hahaha.. sukurin lu.. lagian nantang.. Itu loh yang terjadi kalau anak kecil suka ngelawan ‘orang tua’.. hahaha…
Tapi banyak juga loh cerita penampakan yang korbannya ga pengen ‘ngeliat’, juga ga punya kemampuan sixth sense tapi malah ‘dikasih liat’ kayak yang terjadi pada dua orang teman saya mantan siswa SMA 5 di malam menjelang Bazaar 5 tahun 96-an. Ceritanya sekitar pukul dua pagi, dua orang teman saya itu, R dan D, sedang menyiapkan stand untuk bazaar. Jam dua pagi, mereka baru selesai shalat Isya di mushala SMA 5. Keduanya tengah memakai sepatu ketika D melihat dari arah laboratorium kimia SMA 3 seorang serdadu Belanda yang tengah berjalan ke arah mereka dengan mata nyalang dan dengan senjata terhunus. Teman-teman saya langsung kabur, untungnya ga lupa bawa sepatu masing-masing.. hihihi.. Sebenarnya cerita ini agak aneh, karena Belitung 8 tidak pernah menjadi gedung militer, sejak dibangunnya dulu di tahun 1916 ia selalu dipergunakan sebagai sekolah, yaitu HBS (de Hogere Burger School). Kalau begitu darimana datangnya dong serdadu Belanda itu? Jangan-jangan sebenarnya dia adalah ‘penunggu’ gedung Jarbeurs yang sedang tamasya ke Belitung 8.. Hahaha.. Hari gini masih ditodong sama kompeni..
Akhir kata, cerita-cerita di atas mungkin ada yang benar-benar terjadi, tapi mungkin juga cuma isapan jempol belaka yang disampaikan secara turun temurun dan dibumbui. Terserah deh, tapi cerita-cerita kayak gini lumayan rame kok buat dibaca dan diomongin ke orang lain, jadi mangga atuh kalo ada yang mau nambahin cerita (nambahin bumbu juga boleh), boleh juga tentang tempat-tempat lain di Bandung yang katanya angker. Silakan..

Sabtu, 19 Desember 2015

 hai, kenalkan nama Saya Monica, Saya seorang wanita berumur 17 tahun dan Saya duduk dikelas 2 SMA di Cikampek. Ini kisah Saya saat saya Sedang akan berangkat sekolah, pagi itu udaranya seperti biasa yaitu dingin dan masih sedikit bercampur debu kendaraan, pukul 5 pagi ketika saya menaiki sebuah angkot ada seorang lelaki ganteng dan berpakaian SMA sama seperti saya, karna itulah yang membuat saya penasaran siapakah dia? Kok saya baru melihatnya kali ini sedangkan di sekolah sepertinya tidak pernah muncul batang hidungnya apalagi dilengannya ada tempelan bertulis “XI” yang berarti seharusnya saya mengenalnya. Ketika diperjalanan saya makin merasa aneh ketika angkot ini begitu sepi tidak seperti biasanya dipenuhi pelajar terutama pelajar wanita seperti saya dan ditambah jalanan macet tidak seperti biasanya pula, tiba-tiba lelaki itu melihat saya dan berkata “Hai, kenalin nama gue Rizky, nama lu siapa?”, karna dia menyapa dan bertanya maka saya jawab “hai juga, nama aku Monica”, tapi dia hanya tersenyum dan berkata “senang berkenalan dengan kamu Monica”, saat itupula saya menghapus segala keburukan dalam pikiran saya tentang dia. 10 menit kemudian akhirnya sampai juga di sekolah dan lelaki itupun ikut turun bahkan dia membayarkan uang angkot saya, saat saya masuk gerbang sembari mengobrol dengan dia justru saya merasa orang disekitar saya melihat kearah saya dengan tatapan yang tidak biasa hingga lelaki itu pamit kepada saya “oh iya Nic, aku masuk kelas dulu ya dan makasih ya udah mau kenalan sama aku” lalu aku membalasnya dengan senyum dan berkata “terimakasih kembali Ki”.

Disaat saya berjalan sendiri menuju kelas, teman saya Sani mendatangiku dan berkata “heh mon, lu daritadi ngobrol sama siapa sih?” dibarengi ekspresi wajah yang heran, “loh masa lu gak kenal San? Dia kan Rizky anak kelas 11 loh” “hah Rizky?! Gak mungkin! Kan diangkatan kita dari jaman kelas 10 juga gak ada yang namanya Rizky! Ngaco kamu Nic” jawab Sani dengan ekspresi yang makin heran, ternyata Fikri kakak kelasku ikut campur terhadap obrolan saya dengan Sani dan langsung berkata “Rizky itu angkatan kakak, dia meninggal tahun lalu karena kecelakaan tunggal di jalan tol” lalu aku dan Sani pun semakin heran, “gak usah heran kalian, disekolah ini yang namanya Rizky ya cuman dia dan dia itu anak yang paling sering dibully teman-temannya bahkan kakak kelas dan adik kelasnya juga! Mungkin kalian salah satunya…” “kenapa dia sering dibully kak? Kan dia ganteng” saya bertanya kepada kak Fikri, “iyah, menurut beberapa omongan dia ganteng karna memakai dukun tapi kakak yakin dia jadi ganteng karena telah berhasil menurunkan berat badannya dan sering berolahraga sehingga menjadi ideal badannya.” “kakak kenal Rizky sejak kapan?” Tanya Sani, “kakak baru kenal dia saat kelas 10 dulu, dia gendut tetapi sejak kenaikkan kelas justru dia menjadi ideal dan tampan”, lalu bel tanda masukpun berbunyi,  Saya dan Soni pun langsung pergi ke kelas. Di dalam kelas selama pelajaran saya tidak bisa berkonsentrasi karena kurang enak badan dan kepikiran tentang Rizky terus, “Monica! Monica! Hei! Kenapa kamu bengong terus?!” marah bu guru kepadaku, “eeeehhhh tidak bu, sa-saya kurang enak badan saja” jawabku sambil tergagu-gagu, “yasudah, Sani tolong antarkan Monica ke ruang UKS!” “baik bu…” jawab Sani.
Kelasku dengan ruang UKS tidak terlalu jauh tetapi rasanya saya sudah capek sekali padahal baru melewati 2 kelas dan tiba-tiba saya melihat suatu bayangan dan berteriak “AAAAAAAAA!!!!!!” dan saat itupula-lah saya tidak sadarkan diri. “Monica! Monica! Monica! Monica! Sadar Monica!” aku mendengar suara itu tetapi tidak terlalu jelas dan akupun merasa seperti sedang disebuah tempat yang indah, rumput hijau tak berpenghujung, udara sejuk, matahari yang tidak panas, tetapi tiba-tiba suara teriakkan memanggil ku untuk sadar hilang. Ada sebuah suara “hai Monica!” dan saat saya berbalik badan dan ternyata Rizky disana! Entah kenapa saya tidak ketakutan atau terkejut apalagi saya sudah tahu bahwa Rizky telang meninggal tahun lalu. “Monica, kamu jangan heran, kamu akan baik-baik saja kok disini” “iya Ki, oh iya ini aku dimana?” “kamu disebuah padang rumput, aku harap kamu suka disini tapi, kamu harus ingat bahwa tempat kamu sebenarnya bukan disini”, lalu tiba-tiba Rizky melambaikan tangan ke arah ku dan saat itu pula aku membuka mata dan melihat guru beserta Sani berada disamping diriku. “Monica, kamu gak apa-apa?” Tanya seorang guru yang tidak begitu jelas ku lihat tetapi suaranya ku kenali, “iya, gak apa-apa”.  Lalu tak lama kedua orang tuaku datang dan membawaku pulang, diceritakan orang tuaku ternyata saya sudah pingsan hampir 30 menit maka karna itulah pihak sekolah memanggil orang tua saya, saat itu pula saya berpikir padahal saya hanya merasakan sekitar 3 menit dan tempat apakah saat saya pingsan tadi berarti?! Pertanyaan itu saya pendam. Selama perjalanan menuju rumah sakit saya terus mengeluarkan keringat panas dingin dan dengan muka pucat sekali, sesampainya di rumah sakit saya berjalan sambil dituntun bapak saya. 15 menit menunggu giliran, saat saya masuk dan selesai diperiksa justru dokter bilang tidak ada yang salah dari hasil diperiksa dan saya hanya diberi obat berupa vitamin dan penguat imun tubuh serta harus beristirahat selama 2 hari di rumah. Ibu saya menunggu mengambil obat sedangkan saya dituntun oleh bapak saya berjalan ke mobil agar saya tidak lelah, lalu sayapun tidur di dalam mobil.
Sesampainya di rumah saya dibangunkan oleh bapak saya, saat itupula saya merasa tidak sakit lagi justru sangat berenergi tetapi tetap saja saya disuruh istirahat, dikarenakan masih merasa mengantuk saya pun lebih memilih tidur lagi. “Hai Monica, selamat datang kembali ya!” tiba-tiba suara itu muncul lagi dan saya tersadar bahwa saya ada disebuah padang rumput yang sepertinya pernah saya datangi namun saya tidak ingat segalanya kecuali wajahnya, dia Rizky! “Monica! Kenapa bengong?” “enggak kok ki, oh iya ini dimana sih?” Tanya ku, “ini alam ku, Mon, kenapa gitu? Beda ya?” “iya, aku ngerasa aneh aja disini”, “kamu gak usah takut, sebenernya aku pingin ngomong sesuatu ke kamu, bilangin ke Fikri bahwa dia harus bertanggung jawab atas semua ini!” tiba-tiba Rizky bersuara keras sambil membentak, “memangnya kenapa?” Tanya ku sambil ketakutan, “jadi begini Mon cerita, dulu waktu aku sedang jalan-jalan bersama pacarku, aku kecelakaan di tol, pacarku entah kemana sekarang, sopir dan aku mati seketika di tempat karna kepala kami membentur benda keras” “lalu?”, “lalu, akupun mati, sebenarnya sekarang yang kamu lihat bukanlah aku tetapi jin yang memang tahu semua tentang Rizky, aku ingin Fikri bertanggung jawab atas perbuatannya!” kembali dia berkata dengan nada tinggi, “memang apa yang Fikri lakukan?! Dan kenapa?!” Tanya ku sambil heran, “dia yang membuat rem mobil ku tidak berfungsi! Sebenarnya aku tahu dia suka sama pacarku, namanya Putry, tetapi Putry tidak menyukainya” “lalu kenapa aku?!” “hanya kamu yang bisa melihatku, aku harap kamu mau menyampaikan ini kepada Fikri, bahwa dia harus menyerahkan diri ke kepolisian dan meminta maaf ke keluarga ku”. Lalu tiba-tiba suara Rizky menghilang  dan akupun terbangun dari tidur.
“Maaah!” teriakku memanggil ibu, “iya apa Mon?!” “Mana HP aku???” Tanya ku, “itu, didekat TV”. Akupun mengambil HP ku dan menelpon Fikri, “halo?” “ini kak Fikri kan?” “iya, ada apa Mon?”  “gini kak, kakak harus segera menyerahkan diri ke polisi atau aku yang bakalan melaporkan kakak ke polisi!” “jangan-jangan kamu tahu masalah ini kan!” “iya kak!! Aku tahu semuanya!!” “berarti kamu yang seharusnya dibunuh!” “tidak akan bisa! Lihat saja!” (telepon dimatikan oleh Fikri), dengan segera saya pun bergegas mandi dan mengajak ayah pergi ke kantor polisi saat waktu maghrib itu, disepanjang jalan saya memberitahu semuanya kepada ayahku tentang kasus yang akan saya laporkan ke polisi itu. Sesampainya di kantor polisi, tiba-tiba di tas kecilku ada sebuah kertas yang sudah lecek dan bertuliskan “Monica, pakai semua barang ini untuk menuntut Fikri, dan sebelum dia dipenjara mohon biarkan dia untuk meminta maaf ke keluarganya dan keluargaku baru dia boleh dipenjara” dan ternyata ada benda-benda tajam serta sebuah kaset video CCTV yang melihatkan bahwa Fikri merusak rem mobil saat mobil tersebut berada di parkiran, saya masuk kedalam kantor polisi dan memberitahukan semuanya serta semua bukti yang ‘tiba-tiba’ berada di dalam tas kecilku. Setelah melapor, saya pun pulang dan keesokan harinya pihak kepolisian datang ke rumahku dan menyuruh saya menunjukkan Fikri maka saya pun membawa polisi ke sekolah dan langsung menangkap Fikri. Selama 3 hari Fikri ditahan di kantor polisi tanpa mau mengakui perbuatannya, akhirnya dia mengakui perbuatannya dan meminta maaf ke keluarga dan keluarga Rizky. 
3 bulan sudah saya tidak pernah mendengar kabar Fikri dipenjara namun tiba-tiba sebuah kabar mengejutkan dari keluarga Fikri, bahwa Fikri menjadi gila dan membunuh dirinya sendiri dengan sebuah obeng yang entah didapatkannya darimana itu, Fikri meninggal di sel-nya. Saya pun beserta teman-teman mendatangi pemakamannya keesokan harinya dan saya melihat sesosok lelaki berdiri dibelakang sebuah pohon dan membawa tulisan “TERIMAKASIH” dan ternyata dia adalah Rizky tetapi tiba-tiba sesosok itu berubah wujud, wajahnya hancur mengerikan dan menghilang begitu saja.
Setelah pemakaman itu, segala hal hidup saya kembali normal tanpa ada ketakutan. Sekianlah kisah saya, saya mohon ambil hikmahnya dan buruknya jangan ditiru.
Hai nama saya Iyan. Saya mau menceritakan pengalaman mistis saya di rumah saya sendiri.
Kamar saya bisa dibilang agak menyeramkan. Bayangkan saja, kamar saya diapit kamar mandi dan gudang!
Kejadian ini terjadi tahun lalu saat saya kelas 8. Waktu itu saya sedang sendirian dan jam menunjukkan pukul 00:30, dimana keadaan sangat sunyi. Saat itu saya sedang bermain PS3 online bersama temen-temen saya. Tiba-tiba ada yang mengetuk pintu kamar saya. Saya pun langsung bergegas membuka pintu kamar saya dan tidak ada seorang pun diluar kamar saya lihat.
Karena penasaran maka saya mencari ke luar kamar, saat saya mengecek keluar, saya mendengar shower kamar mandi saya menyala dengan sendirinya. Saya pun masuk ke kamar mandi dan langsung mematikannya. Saya kembali ke kamar dengan perasaan ketakutan.
Teman saya memanggil saya melalui headset untuk chat online. Lalu saya ceritakan semua yang terjadi kepadanya dan saya memutuskan untuk berhenti bermain PS. Saat saya mematikan PS3, ada yang mengetuk jendela kamar saya, jendela kamar saya bisa dibuka seperti pintu yang menghubungkan kamar saya dengan balkon kamar yang menghadap ke rumah tetangga. Saya amat ketakutan, karena ketukan itu semakin kencang dan berubah menjadi gedoran-gedoran. Saya pun mendekati jendela kamar saya dan gedoran itu pun berhenti.
Disaat saya membuka jendela itu saya melihat penampakan seperti orang yang berbaju putih, mukanya rata dengan kedua tangan terangkat dan diayun-ayunkan dan berdiri di atap rumah tetangga saya. Saya pun ketakutan dan segera menutup dan mengunci jendela kamar dan segera tidur. Untunglah tidak ada kejadian yang aneh lagi di rumah saya